Monday, 8 October 2018

curhat sang gadis


CURHAT SANG GADIS

Seorang gadis yang mencoba untuk hidup normal layaknya orang lain, menyembunyikan kesedihan dan kepedihan yang melanda hidupnya seorang diri. Ia tegar, tapi itu tidak benar. Sebenarnya ia rapuh, sangatlah rapuh. Ya.. hatinya rapuh, sudah hancur tak berbentuk. Selama ini ia hanya mencoba untuk tegar, bukan “tegar” si penyanyi jalanan yang Alhamdulillah sudah sukses itu yaa..

Ia pernah cerita alias curhat ke orang lain, karna ia fikir ia butuh teman dan solusi untuk sedikit meredakan rasa sakit yang timbul di hati. Namun, tidak sepenuhnya orang lain mengerti apa yang dirasakan oleh sang gadis. Merasa tidak mendapat apa-apa ia pun curhat kepada sang pencipta yaitu Allah SWT yang maha membolak balikan hati manusia. Terdapatlah perbedannya, meskipun tidak mendapat feedback langsung dari-Nya, namun terasa sungguh jauh lebih baik keadan sang gadis, terutama hatinya. Sang gadis merasa sangat bodoh saat ia bercerita ke orang lain sebelumnya. Ia berkata dalam hatinya “ya Allah sungguh bodoh diriku saat itu, sudah jelas aku punya Engkau tapi kenapa aku memilih orang lain? Maafkan aku yang terkadang khilaf terhadap Engkau ya Allah, sedangkan aku yakin bahwa Engkau tidak akan lupa terhadapku.”

Sampai pada akhirnya kesedihan dan kepedihan itu selalu menghampiri, ia hanya mencoba untuk tetap berpikir positf dan memperbaiki ibadahnya. Terutama sholat tepat pada waktunya. Sebab (Abdullah bin Mas’ud -- bertanya kepada Nabi (Muhammad) s.a.w.: Perbuatan apa yang paling dicintai oleh Allah? Beliau pun menjawab: “Shalat tepat pada waktunya”. Ketika ditanyakan lagi tentang persoalan yang sama, beliau pun menjawab: “Berbuat baik kepada kedua orang-tua”. Dan ketika dilanjutkan lagi pertanyaannya dalam masalah yang sama, beliau pun menjawab: “Jihad di jalan Allah”.). Kurang lebih seperti itu yang di ingat. Al-Qur’an obat penawarnya yang dapat menentramkan hati dan fikiran. Yaa.. meskipun terkadang orang lain hanya memandang sebelah mata, menilai dari sisi buruknya saja, itu tidak masalah baginya. Sebab sang gadis percaya bahwa Allah akan menunjukan kebenaran. Baginya tidak penting mencari pembelaan dari sesama manusia. Sebab Allah akan selalu ada untuk melindungi. Insyaa Allah..

Heii.. dari cerita di atas, jangan kalian fikir sang gadis hanya ingat Allah ketika ia rapuh saja. Biarlah itu menjadi urusan pribadi setiap manusia kepada Tuhannya. Dan jangan pula  kalian fikir sang gadis tidak pernah mendapat kesenangan, itu pun salah. Ingaaattt.. “Anda jangan julid!!” seperti kata syahrini.
Selalu bersyukur dan jangan kufur nikmat, biar selamat dunia dan akhirat.

^^,

No comments:

Post a Comment