CURHAT SANG GADIS
Seorang gadis yang mencoba untuk hidup normal layaknya orang lain,
menyembunyikan kesedihan dan kepedihan yang melanda hidupnya seorang diri. Ia
tegar, tapi itu tidak benar. Sebenarnya ia rapuh, sangatlah rapuh. Ya.. hatinya
rapuh, sudah hancur tak berbentuk. Selama ini ia hanya mencoba untuk tegar,
bukan “tegar” si penyanyi jalanan yang Alhamdulillah sudah sukses itu yaa..
Ia pernah cerita alias curhat ke orang lain, karna ia fikir ia
butuh teman dan solusi untuk sedikit meredakan rasa sakit yang timbul di hati.
Namun, tidak sepenuhnya orang lain mengerti apa yang dirasakan oleh sang gadis.
Merasa tidak mendapat apa-apa ia pun curhat kepada sang pencipta yaitu Allah
SWT yang maha membolak balikan hati manusia. Terdapatlah perbedannya, meskipun
tidak mendapat feedback langsung dari-Nya, namun terasa sungguh jauh lebih baik
keadan sang gadis, terutama hatinya. Sang gadis merasa sangat bodoh saat ia
bercerita ke orang lain sebelumnya. Ia berkata dalam hatinya “ya Allah sungguh
bodoh diriku saat itu, sudah jelas aku punya Engkau tapi kenapa aku memilih
orang lain? Maafkan aku yang terkadang khilaf terhadap Engkau ya Allah,
sedangkan aku yakin bahwa Engkau tidak akan lupa terhadapku.”
Sampai pada akhirnya kesedihan dan kepedihan itu selalu
menghampiri, ia hanya mencoba untuk tetap berpikir positf dan memperbaiki
ibadahnya. Terutama sholat tepat pada waktunya. Sebab (Abdullah bin Mas’ud -- bertanya kepada Nabi (Muhammad) s.a.w.: Perbuatan apa yang paling dicintai oleh Allah? Beliau pun menjawab: “Shalat tepat pada waktunya”. Ketika ditanyakan lagi tentang persoalan yang sama, beliau pun menjawab: “Berbuat baik kepada kedua orang-tua”. Dan ketika dilanjutkan lagi pertanyaannya dalam masalah yang sama, beliau pun menjawab: “Jihad di jalan Allah”.). Kurang lebih seperti itu yang
di ingat. Al-Qur’an obat penawarnya yang dapat menentramkan hati dan fikiran.
Yaa.. meskipun terkadang orang lain hanya memandang sebelah mata, menilai dari
sisi buruknya saja, itu tidak masalah baginya. Sebab sang gadis percaya bahwa Allah
akan menunjukan kebenaran. Baginya tidak penting mencari pembelaan dari sesama
manusia. Sebab Allah akan selalu ada untuk melindungi. Insyaa Allah..
Heii.. dari cerita di atas, jangan kalian fikir sang gadis hanya
ingat Allah ketika ia rapuh saja. Biarlah itu menjadi urusan pribadi setiap
manusia kepada Tuhannya. Dan jangan pula kalian fikir sang gadis tidak pernah mendapat
kesenangan, itu pun salah. Ingaaattt.. “Anda jangan julid!!” seperti kata
syahrini.
Selalu bersyukur dan jangan kufur nikmat, biar selamat dunia dan
akhirat.
^^,
No comments:
Post a Comment